Di Hulu

Satu hektar hutan bambu jauh lebih menguntungkan secara ekonomi dibandingkan satu hektar padi sawah. Mengapa? menebang bambu adalah suatu keharusan utuk menjaga rumpun tetap sehat, sehingga pemanenan bambu yang terkontrol berarti sama dengan pelestarian. Tidak sama seperti bertanam padi, berkebun bambu nyaris tidak memerlukan biaya karena bambu telah menyediakan makanan yang sehat untuk dirinya sendiri berupa seresah dan air yang tersimpan di akar-nya.

 

Di Tengah

Bambu rentan terhadap kumbang bubuk. Namun, kini sudah ada solusi pengawetan yang ramah lingkungan dan bisa dijadikan bisnis mulai skala kecil hingga besar. Di Pathuk Gunungkidul sudah ada satu kelompok petani bambu yang mulai mengembangkan usaha pengawetan untuk matapencaharian alternatif mereka.

 

Di Hilir

Pangot (pisau khusus bambu) seharga Rp.65.000,00 di tangan Mas Narko, seorang pengrajin bambu dari Cebongan, bisa menghidupi Mas Narko dan keluarganya selama bertahun-tahun. Bandingkan dengan selembar ijazah seharga puluhan juta di tangan sarjana yang tak berarti apa-apa karena si pemilik hanya hidup untuk mendapatkan sesuatu, bukan menghasilkan sesuatu seperti Mas Narko. (Jajang A. Sonjaya)