Bambu Bengal

  • Tinggi, diameter dan warna batang:

Tinggi mencapai 16-23 m (batang berbulu tebal dan tebal dinding batang 1-2,5 cm); 10 cm (jarak buku 40-70 cm); hijau – abu-abu tua, atau dengan bercak kekuning-kuningan.

 

  • Tempat tumbuh:

Dapat tumbuh di tanah basah, di perbukitan, di pinggiran sungai sampai dengan ketinggian 1500 m dari permukaan laut. Di tempat yang beriklim lembab biasanya tumbuh bersamaan dengan Cephalostachyum pergracile dan di tanah yang beriklim tropis biasanya bertumbuh dengan Dendrocalamus strictus.

  • Budidaya:

Pemberian pupuk urea dengan campuran 100 ppm dan 50 ppm P2O5 sangat berguna untuk penanaman awal. Demikian juga dengan pemberian fungisida seperti Dithane M-45 dilakukan sebelum musim hujan untuk mencegah pembusukan batang. Perawatan untuk batangnya dapat dilakukan dengan campuran 1% Lindane atau 3% Borax dengan perbandingan 1:2.

 

  • Pemanenan dan Hasil:

Secara umum pemanenan jenis ini dapat dilakukan  saat batang berumur 3-4 tahun. Hasil tahunan batang bambu kering adalah 3 ton/ha. Untuk perawatan batang sesudah panen agar tahan lama dapat diberi larutan natrium karbonat, kalsium hidroksida atau tembaga sulfat. Jenis ini memproduksi rebung dengan kualitas (ukuran) besar, serta tingkat kelenturan batang mencapai 52.000 psi.

 

  • Manfaat:

Digunakan untuk bahan konstruksi/kerangka bangunan, mebel, peralatan rumah tangga, kerajinan tangan, bahan industri pulp, kertas, dan peralatan musik (misal: flute).