“Kayu dan bambu tidak bisa lepas dari kehidupan kami, karena kayu atau kayun berarti pikiran dan bambu atau tieng berarti tingkah (perilaku). Jadi, kami  tidak mungkin bisa hidup tanpa bambu.” (I Nengah Regig, Wakil Bendesa Iseh, Karangasem, Bali)

 

"Satu batang bambu enam meter didirikan cukup kuat dan lentur. Tiga batang bambu enam meteran disatukan dan didirikan jadi lebih kuat tapi berkurang kelenturannya. Nampaknya manusia mesti belajar pada bambu tentang kekuatan dan kelenturan dalam menjalin hubungan dengan sesama..." (Jajang A. Sonjaya)