Bambu beting, Bambu suluk, Bambu bisa

  • Tinggi, Diameter dan warna batang:

Tinggi mencapai 20 m (batang berbulu tebal dan tebal dinding batang hingga 10 mm); 16 cm (jarak buku sampai dengan 45 cm); hijau muda.

 

  • Tempat tumbuh:

Di dataran rendah asal bukan di tanah yang terlalu berpasir atau terlalu kering.

 

  • Budidaya:

Jarak tanam 6-7 m x 7 m (200-240/ha). Pemberian pupuk kompos 20-30 kg N, 10-15 kg P, 10-15 kg K, dan 20-30 kg Si diberikan dalam 1 dan 5 bulan setelah penanaman. Dianjurkan juga untuk melakukan penebangan dan pembersihan gulma. Rebungnya mulai tumbuh di awal musim hujan.

 

  • Pemanenan dan Hasil:

Panen dapat dilakukan 5-8 tahun setelah penanaman tergantung tujuan penggunaannya, jika hasil akhirnya akan digunakan untuk bahan pembuatan kerajinan tangan, maka batang dapat dipanen setelah berumur 1 tahun dan untuk bahan konstruksi bangunan setelah batang berumur sedikitnya 3 tahun. Sisakan 40% batang setiap rumpun untuk mempertahankan produksi tinggi. Rebungnya dapat mulai dipanen setelah 7-15 hari dari mulai munculnya ke permukaan. Produktivitas tahunan dapat mencapai sekitar 9300 batang/ha.

 

  • Manfaat:

Dapat digunakan sebagai bahan konstruksi rumah dan bangunan, bahan pembuatan dinding, mebel, peralatan memancing, industri kerajinan tangan, pipa air, pagar dan industri pulp. Rebungnya dapat dimasak menjadi sayuran.